Senin, 22 November 2010

Orange Juice BChannel TV


Wah, ternyata dah lama banget saya tidak menulis di blog ini, sudah setahun lebih. Terakhir saya nulis adalah saat persiapan pembuatan program female talkshow.

Tepatnya pada bulan Juli 2009 lalu, program tersebut mulai diproduksi dengan nama Orange Juice, sebuah program televisi yang mengangkat issue-issue berkaitan dengan kehidupan wanita pada umumnya serta hal-hal yang berkaitan dengan kehidupannya seperti kesehatan, fashion, keuangan, anak, suami, dll. Program ini tayang dari Senin - Jumat jam 9 pagi berdurasi 30 menit. Tayang di TV Lokal Jakarta BChannel 23 Uhf dan tv-tv lokal lainnya di lebih dari 20 kota di seluruh Indonesia. Topik-topik yang diangkat diperkaya dengan percakapan dengan berbagai kalangan, tidak hanya artis tetapi juga tokoh, pakar dan orang-orang yang berhubungan dengan topik tersebut. Melalui program ini kami ingin setiap pemirsa wanita menjadi pintar & cakap sebagai seorang pribadi, istri maupun seorang ibu.

Pada awalnya program ini dipandu oleh Nindy Ellesse sebagai Host dan Yadi Sembako sebagai co-host. Dengan konsep set adalah sebuah cafe dimana setiap orang bisa dengan bebas keluar masuk, ngobrol, curhat sampai berbagi informasi dengan rekan atau kerabatnya, diharapkan program ini tidak terlalu kaku dan bisa jadi salah satu sumber informasi yang bermanfaat untuk pemirsa wanita secara informal.

Setelah 7 episode berjalan, peran Nindy Ellesse digantikan oleh Fla "Tofu" Priscilla, dengan harapan membawa kesegaran baru untuk program dan untuk pemirsa di rumah. Namun, pada episode ke-8 ini konsep cafe telah diubah menjadi living room, dengan maksud agar berbagai ide, tools, dan pernak-pernik bisa dimasukkan ke dalamnya. Pasangan Fla - Yadi bertahan hingga episode ke 43.

Banyak hal pernah dibahas selama 43 episode tersebut, misalnya Bergaya Trendy tak Harus Mahal, Berburu Tubuh Ideal, Mengelola Keuangan Keluarga, Mars VS Venus (Komunikasi antara Pria & Wanita), Orang Tuaku Idolaku, Being Single, Traditional Healings, Mantu VS Mertua, Me Time, First Impression bersama Virtue Echangement, dsb.

Selama mengerjakan program ini, banyak suka duka yang saya alami. Sukanya yah, ilmu nambah karena yang tadinya tidak pernah memimpin shooting studio jadi tahu bagaimana rasanya, bertemu dengan banyak orang-orang baru yang kami undang baik artis, tokoh dll, lebih kenal sosok Fla & Yadi karena cukup lama bekerja sama dengan mereka. Kalau dukanya, yah itu... kadang agak stress pada hari-hari mendekati shooting, rela pulang larut malam karena target shooting 3 eps perhari, selama 6 hari, kadang-kadang sulit mendapatkan artis untuk kami undang karena letak studio kami yang lumayan jauh dari pusat kota Jakarta. Tidak banyak artis yang rela meluangkan waktu lebih untuk bisa datang ke cikarang apalagi untuk menunggu jadual shooting. Ada saja artis yang setelah tahu letak studio kami, dia kapok untuk diundang lagi. Heheheee...

Yang gak kalah berkesan adalah, situasi kadang membuat kami para kru sedikit sensitif, sehingga mudah marah atau tersulut emosi jika bersinggungan dengan sesama kami. Dalam keadaan seperti ini, masing-masing dituntut untuk selalu waspada dan sabar. Meski tak bisa dipungkiri, saya pun sempat lengah dan marah pada seorang anggota tim. Tapi hal ini membuat tim bisa semakin mengerti satu dengan yang lainnya.

Setelah 43 eps selesai tepatnya di bulan Maret 2010, kami diminta untuk membuat New Orange Juice: new format, new Hosts. Maka untuk beberapa waktu kembali kami bergulat dengan konsep-konsep dan persiapan lainnya, seperti casting calon Host.

Bulan Mei 2010 kami mulai memproduksi New Orange Juice dengan Host Ronal Surapradja dan Tike Priatnakusumah, berdurasi 1 jam. Banyak suka dukanya juga. Sukanya, karena Ronal Tike adalah orang-orang yang asyik dan lucu, maka pada saat shooting kadang-kadang seperti tidak terasa kerjanya, tahu-tahu 1 eps sudah selesai dishoot, karena setiap obrolan dibawakan dengan penuh santai bahkan banyak banyolan, tanpa mengurangi esensi dari tema yang kami angkat. Kalau dukanya masih sama... tuntutan kerja yang sama pula.

Bersama Ronal & Tike kami telah memproduksi sebanyak 73 episode (hm, kok sama-sama 3 ya belakangnya dengan jumlah eps sebelumnya?). Tayang dari Senin-Minggu jam 5 sore dan siaran ulang tiap Senin-Jumat jam 11.30 siang selama 1 jam. Untuk program ini kemudian kami membuat fans page di facebook yakni di www.facebook.com/orangejuiceshow yang hingga saat ini telah disukai sekitar 2900 orang pemirsanya. Jumlah yang tidak bisa kami sepelekan. Tidak hanya menyukai acara ini, mereka pun sering menulis berbagai komentar baik kritik, saran atau kesan mereka yang menyenangkan. Selain itu kami juga punya account twitter yakni @OrangeJuiceShow yang hingga tulisan ini diturunkan mempunyai pengikut sebanyak lebih dari 900 orang. Disini juga banyak komentar dari pemirsa. Semuanya membuat kami bangga, terharu tapi tanpa membuat kami segera puas terhadap program ini. Kami selalu berupaya memberi yang terbaik untuk pemirsa yang ternyata kemudian tidak hanya melulu kalangan para wanita atau ibu rumah tangga, namun melebar hingga disukai oleh anak remaja dan dewasa muda. Hm... menyenangkan ^_^

Banyak pihak juga yang telah kami ajak bekerja sama selama 73 episode tersebut, misalnya dengan pakar fashion Samuel Wattimena, Pakar Naturopati dokter Riani Susanto. ND, Chef Ragil, Chef Bambang dari Restaurant Nuben, Jaya Suprana & Yayasan Rekor Muri-nya, Safir Senduk dan lain-lain. Senang rasanya bisa bertemu muka dan bekerja sama dengan mereka.

Hal yang paling mengesankan bagi kami (kalau boleh dikatakan demikian) adalah ketika kami mengundang Bpk. Jaya Suprana untuk ngobrol soal gagasannya membuat Rekor Muri. Ibarat pucuk dicinta, ulam tiba... Beliau turut membawa dua orang yang sangat spesial. Yang pertama adalah Ade “Wonder” Irawan, seorang pianis tuna netra spesialis jazz yang bisa disetarakan dengan Stevie Wonder. Dia adalah seorang pemain resital piano tunggal yang diakui musikus jazz terkemuka AS sebagai pianis jazz terbaik dunia, dan peraih rekor MURI.

Orang penting berikutnya yang dibawa oleh Bpk. Jaya Suprana adalah Bpk. DR. Warsito Puspo Taruno, seorang penemu alat pemindai empat dimensi (4D) berbasis teknologi Electrical Capacitance Volume-Tomography (ECVT) yang kini dipakai oleh NASA untuk melakukan pemindaian dari dalam dinding ke luar dinding pada pesawat ulang-alik mereka. Seorang tokoh yang sangat dibanggakan oleh negeri ini.

Untuk karya dan prestasinya ini, Bpk. Jaya Suprana hendak memberikan Anugerah Rekor Muri Dunia kepada beliau. Dan sungguh alangkah bangganya kami, karena Bpk. Jaya Suprana memilih program Orange Juice menjadi moment bagi penganugerahan rekor ini. Tak pernah sebelumnya ada sebuah program televisi menjadi tempat bagi pelaksanaan penganugerahan rekor Muri seperti ini. Tak pelak, saat Bpk. Jaya Suprana mengungkapkan hal ini, tidak hanya Ronal & Tike yang dibuat terharu biru karenanya (bahkan Tike pun tak sanggup berkata-kata, hanya air mata terurai sebagai ungkapan keharuan). Bahkan saya yang saat itu berada di ruang Control Room di atas studio spontak berteriak “Yeaaaahhhh!!!” … Sementara rekan-rekan di studio hanya mampu bersorak kecil karna takut suaranya mengganggu audio saat itu. Kami semua bersorak girang, bangga yang tak terkira. Karena jika kami pikirkan, program kami hanyalah program baru yang tayang tidak men-nasional seperti televisi-televisi swasta lainnya. What a grace for us.

Tapi sayang... umur program ini hanya sampai 73 episode yang tayang sampai 27 September 2010. Sisanya kami hanya bisa menyaksikan siaran-siaran ulangnya saja. Antusiasme pemirsa pun sudah sangat sepi baik di fan page face book maupun twitter. Sangat sedih memang harus berhenti memikirkan, menggodok dan memproduksi program ini. Tapi apa daya, kami hanyalah karyawan bayaran yang harus tunduk pada keputusan atasan-atasan kami yang telah dipercaya pemilik modal untuk mengelola perusahaan. Ikuti saja... that's all we can say.

So far, thanks for all my friends that make those happened: Lidia Siahaan, Cynthia Sonjaya, Anastasia Djula, Poltak Harvendi, Merry Sitompul, Afa, Benni, dan rekan-rekan lain yang pernah terlibat dalam pembuatan program ini. Semoga ke depan, kita bisa lebih berkarya lagi untuk “memperkaya” pemirsa Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar